Santri Kecil di Ponpes Kebon Jambu

Tiga hari ini di pesantren Kebon Jambu Al Islamy Cirebon, saya bersama kader ulama perempuan Cirebon belajar bersama-sama tentang metode dan perspektif mubaadalah atau kesalingan relasi perempuan dan laki-laki. Meskipun, peta diskusi akhirnya saya belokkan untuk membahas keterlibatan perempuan dan anak-anak dalam tindak ekstremisme beragama dan teror atas nama agama.

Dua santri cilik, seusia kelas satu SMP ini berjaga di selasar masjid yang kami gunakan untuk beraktivitas. Mereka memunguti sampah, menyapu lantai, menata sandal-sandal kami, menunggu di pojokan ketika kami berdiskusi, dan sekarang sedang melancarkan hafalan al Quran di depan maqbarah.

“Jalal dari pagi di sini piket ya? Kok sampai malam gini masih di sini?”
(Fyi, santri-santri lain sudah pada liburan)

“Nggak. Ya pengen bantu-bantu aja.”

Aduh, Jalal bantu banyak banget. Nyapuin, beresin gelas kopi, ngerapihin sandal, jagain barang pas ditinggal break dll.

Swit amat sih Nak santri

Anak-anak adalah masa depan kehidupan. Dunia mereka adalah belajar dan bermain, bukan meyakini pandangan apalagi hasrat dan nafsu politik orang-orang dewasa, sebab mereka punya kehendak dan hari masing-masing di tahun-tahun mendatang.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.